TERORIS RODA 2!!!
Entah sejak kapan kegilaan ini dimulai. Tapi yang jelas perilaku pengendara motor di jalanan sudah makin meresahkan. Dan herannya, nyaris tak ada satupun aparat penegak hukum yang cukup 'bertaji' untuk mengatasi kebrutalan mereka.
Berhenti di depan garis pada saat traffic light, menyerempet kendaraan lain dan berlalu begitu saja, berjalan melawan arus dan bertindak kasar ala preman seolah sudah menjadi kebiasaan yang harus dimaklumi pemakai jalan lainnya. Bahkan akhir-akhir ini, sering juga aku mendapati motor masuk ke jalan tol. GILA!!
Apa sih sebenarnya masalahnya? Bukankah pengendara motor juga manusia biasa yang punya nurani? Ada yang bilang, itu karena rata-rata tingkat pendidikan pengendara motor rendah. Terlepas benar atau tidak, semestinya hal itu bukan suatu isu. Toh aturan lalu lintas cukup mudah dipahami, bahkan oleh orang yang tak pernah bersekolah sekalipun.
Tapi ini adalah masalah mental. Merasa menjadi 'Orang Kecil', sebagian pengendara motor merasa harus didahulukan, diprioritaskan dan dimanjakan oleh yang lebih berpunya. One thing lead to another. Melihat beberapa orang seenak jidat melanggar aturan, yang lain pun ikut-ikutan. Di pikiran mereka, "Kalau mereka bisa, kenapa saya tidak?" Dan akhirnya jadilah sebuah aksi 'teroris' yang membudaya.
Kalau penegak hukum masih memble menangani hal ini, jangan harap jalanan di Indonesia akan teratur. Bakar saja semua rambu-rambu lalu-lintas, toh tidak direspek pula oleh mereka. Tapi kalau kalian para penegak hukum berniat membenahi ini semua, tidak ada kata terlambat. Bukankah kalian memiliki power untuk mewujudkan itu? Menganakemaskan 'rakyat kecil' itu sama saja dengan mengayomi koruptor. Ayo...segera kembalikan reputasi pengendara roda 2 seperti sebelumnya.
Sebetulnya aku tidak anti roda 2. Bahkan aku pun senang berkendara dengan kendaraan praktis nan lincah itu. Tapi melihat kelakuan 'oknum-oknum' tidak tahu kesopanan itu, rasanya sekarang agak malu aku mengendarai motor. Bukan masalah gengsi, tapi aku tidak mau dicap sebagai salah satu dari 'teroris di jalan'.
Maafkan kalau ada yang tersinggung dengan tulisan ini. Aku yakin, kalian yang tersinggung sebenarnya merupakan pengendara roda 2 yang taat. Dan please....Jangan terpancing jadi 'teroris'...
Drive safely
